3 Keuntungan Pakai Masker Ketika Sholat Berjamaah di Masjid Selain Menghindari Corona

Oleh: Rizky Kurnia Rahman
10 Besar Lomba Esai 2020 dan Alumni Menulis Online

3 Keuntungan Pakai Masker Ketika Sholat Berjamaah di Masjid Selain Menghindari Corona

Hal yang menonjol pada tahun ini pastilah tentang corona alias covid-19. Makanya, cukup pantas apabila tahun 2020 disebut dengan tahun corona. Dan, meskipun sudah di tahun 2020, sebutan untuk virus yang bikin pandemi itu jangan dibuat covid-20 ya! Namanya covid-19 mengacu pada corona virus disease 2019. Jadi, munculnya memang tahun 2019 dari Wuhan, China.

Pandemi covid-19 telah menghantam semua sektor. Kehidupan masyarakat berubah total. Dari yang sebelumnya bebas, menjadi lebih terikat. Begitupun yang saya alami. Waktu ada anjuran untuk lebih banyak di rumah pada bulan Maret 2020, ya, saya turuti. Toh, pada dasarnya, mau ada corona atau tidak, saya memang sering di rumah saja.

Sedangkan untuk ke luar, perlu dengan masker, jaga jarak dengan orang lain, rajin cuci tangan, dan hindari kerumunan. Empat bersaudara tersebut dikenal dengan protokol kesehatan. Tujuannya bagus sih, saling menjaga agar tidak tertular atau menulari.  

Tidak luput dari protokol tersebut adalah dalam hal pelaksanaan sholat berjamaah di masjid. Ternyata, sholat berjamaah juga tidak luput dari standar menghindari corona itu. Kan namanya memang jamaah, dari berkumpul orang di rumah Allah.

Berhadapan dengan yang “Ngeyel”

Menghadapi corona ini, sebelas dua belas dengan menghadapi orang-orang yang masih menganggap bahwa corona itu tidak nyata, hanya konspirasi, atau seperti flu biasa. Tidak cuma di luar masjid, di dalam juga sama. Para jamaah yang tidak percaya corona itu beralasan bahwa ini ‘kan sedang beribadah kepada Allah, masa sih Allah bakal membiarkan hamba-hamba-Nya yang rajin ke masjid terkena penyakit itu?

Mereka juga beralasan, masa pasar-pasar dibuka, sementara masjid ditutup? Itu tidak logis. Padahal, sama-sama berkumpul. Sama-sama ada orang-orang di situ. Perdebatan itu cukup panjang di dunia nyata maupun media sosial.

Saya tentu saja mendukung upaya pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan dan arahan dari ormas Islam yang saya ikuti. Selama belum ada kelonggaran untuk sholat berjamaah di masjid, maka sholat di rumah saja. Bahkan, untuk sholat Idul Fitri yang lalu, cukup sholat di rumah bersama keluarga inti. Wah, betul-betul pengalaman yang sangat luar biasa! Kapan lagi bisa begini?

Ketika Mulai Diperlonggar

Untuk penanganan covid-19 ini, ada daerah-daerah yang digolongkan dalam zona warna. Ada zona hitam, merah, kuning, dan hijau. Bagi yang menyukai warna lain, seperti pink, mohon minggir dulu ya!

Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, masuk ke dalam zona kuning sampai hijau. Alhamdulillah. Berarti, sholat berjamaah sudah bisa dilakukan di semua masjid. Ini mulai terjadi kalau tidak salah beberapa bulan yang lalu.

Meskipun sudah dibuka, tetap dong harus ada protokol kesehatan. Protokol itu ditambahkan dengan membawa sajadah sendiri, karpet masjid digulung, berarti sholat langsung di lantai, setelah sholat tidak usah bersalaman. Jangan lupa, memakai masker tetap harus dan ini menjadi pengalaman pertama juga sholat pakai masker.

Tujuan utama masker untuk menghindari corona, tetapi setelah saya pikir-pikir, ada hikmah dan keuntungan lain sholat pakai masker. Itu bisa terjadi ketika sholat, sebelum maupun sesudahnya. Apa saja itu? Boleh langsung simak di bawah ini! Ada tiga poinnya.

Pertama, menjaga diri dari riya. Penyakit riya adalah penyakit yang berbahaya, bahkan derajatnya melebihi covid-19 lho! Kalau covid-19 hanya menyerang di dunia, tetapi riya bisa berakibat sampai di akhirat nanti. Riya bisa menggugurkan amal. Sudah amalnya sedikit, belum tentu diterima, malah bisa hangus karena riya ini.

Untuk keuntungan pertama ini, lebih pas sebelum maupun sesudah sholat berjamaah di masjid. Sebab, sebagai muslim yang baik, kita ‘kan ingin berdzikir sebanyak mungkin. Nah, masker akan menutupi mulut kita dengan mantap. Jadi, kita tidak sedang terlihat sedang berdzikir. Cukup Allah dan kita sendiri yang tahu. Oke?

Kedua, menghindari bau dari jamaah di sebelah. Ini adalah benar-benar pengalaman saya di sebuah masjid dekat tempat tinggal saya. Jamaah di sebelah saya berbau cukup luar biasa. Bau mulutnya khas, mak sling alias ting slenting lewat di depan hidung saya. Meskipun antara saya dengan dia tidak rapat-rapat amat, tetapi baunya tetap menghantam hidung. Alhasil, jadi terganggu. Jadi tambah kurang khusyuk.

Masker yang saya pakai bisa menahan laju bau itu. Bisa juga bau badan atau pakaian dari jamaah lain di sebelah. Tapi, jangan PD dulu! Siapa tahu, dari mulut saya juga berbau lebih naga lagi, hanya saya kurang menyadarinya. Masker sangat penting untuk memenjarakan bau tidak sedap dan melarang bau jenis itu untuk bertamu ke hidung saya.

Ketiga, ketika berada di sebuah masjid yang baru atau pertama didatangi, bisa menyamarkan identitas diri, utamanya ketika melewati jamaah perempuan. Meskipun antara jamaah laki-laki dan perempuan itu berbeda, tetapi bisa saja di jalan menuju masjid akan bertemu. Nah, masker akan menyamarkan identitas agar tidak ada perempuan yang melirik ke diri saya. Sebab, saya sendiri sudah menikah. Khawatir ada yang tergoda.

Selain itu, kalau ada perempuan bercadar, maka boleh juga dong laki-laki yang menutupi separuh wajahnya dan cuma terlihat matanya?! Jadi, lebih adil dan seimbang. Kira-kira begitu.

Itulah ketiga hal yang menjadi keuntungan sholat berjamaah di masjid dengan memakai masker selain menghindarkan diri dari virus corona. Kalau Anda sendiri, lebih nyaman yang mana sih, sholat pakai masker atau tidak?

Mau kepo dulu cek IG kami
@menulis.online

Mau ikut kelas kami?
http://bit.ly/pijarkata

Leave a Reply

Close Menu
×
×

Cart